Senin, 02 Mei 2011

PENCEMARAN LAUT

Belakangan kita sering membaca kejadian pencemaran laut. Berbagai pihak mengeluhkan salah satu ancaman terhadap lingkungan ini. Beberapa menyalahkan industri besar yang kurang peduli, lainnya menyebutkan hanya kesalahan prosedur, lainnya beranggapan semua punya potensi untuk mencemari laut. Berikut lebih jauh dibahas tentang seluk beluk pencemaran laut.
Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.
Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai ataupun filter feeder(menyaring air). Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan. Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic.
Sebagian besar sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut maupun melalui tumpahan. Berikut beberapa sumber polutan yang masuk ke laut.
 Kapal dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara. Antara lain melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar. Polusi dari kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan. Kapal juga membuat polusi suara yang mengganggu kehidupan liar alam, dan air dari balast tank dapat menyebarkan ganggang/alga berbahaya dan spesies asing yang dapat mempengaruhi ekosistem lokal.
Salah satu kasus terburuk dari satu spesies invasif menyebabkan kerugian bagi suatu ekosistem, yang tampaknya tidak berbahaya salah satunya adalah ubur-ubur. Mnemiopsis leidyi, suatu spesies ubur-ubur yang tersebar, sehingga sekarang mendiami muara di banyak bagian dunia.
Pertama kali ditemukan pada tahun 1982, dan diduga telah dibawa ke Laut Hitam dalam air pemberat kapal. Populasi ubur-ubur melonjak secara eksponensial dan pada tahun 1988, hal tersebut mendatangkan malapetaka atas industri perikanan lokal.

A. Plastik
Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan. 80% (Delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah plastik,  sebuah komponen yang telah dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia II.  Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton.
Plastik dan turunan lain dari limbah plastik yang terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan perikanan. Organisme perairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan.
Jaring ikan yang terbuat dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini dikenal sebagai hantu jala  sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu, dugong, burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit membatasi gerakan, menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang perlu untuk kembali ke permukaan untuk bernapas.
B.  Racun
Selain plastik, ada masalah-masalah tertentu dengan racun yang tidak hancur dengan cepat di lingkungan laut. Terbagi dua, pertama kelompok racun yang suafatnya cenderung masuk terus menerus seperti pestisida, furan, dioksin dan fenol. Terdapat pula logam berat, suatu unsur kimia metalik yang memiliki kepadatan yang relatif tinggi dan bersifat racun atau beracun pada konsentrasi rendah. Contoh logam berat yang sering mencemari  adalah air raksa, timah, nikel, arsenik dan kadmium.
Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, mereka segera diserap ke dalam jaring makanan di laut. Dalam jaringmakanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit, yang dapat berbahaya bagi hewan laut , seluruh penyusun rantai makanan termasuk manusia.
Racun semacam itu dapat terakumulasi dalam jaringan berbagai jenis kehidupan air dalam proses yang disebut bioakumulasi. Racun ini juga diketahui terakumulasi dalam  dasar perairan, seperti muara dan teluk berlumpur. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan mutasi keturunan dari organisme yang tercemar serta penyakit dan kematian secara massal seperti yang terjadi pada kasus yang terjadi di Teluk Minamata.

‘KEJAHATAN’


A.   PENGERTIAN
Istilah kejahatan berasal dari kata jahat, yang artinya sangat tidak baik, sangat buruk, sangat jelek, yang ditumpukan terhadap tabiat dan kelakuan orang. Kejahatan berarti mempunyai sifat yang jahat atau perbuatan yang jahat.
Kejahatan atau Kriminalitas atau tindak criminal adalah segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat . Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal dan reaksi informal.
Kejahatan juga dapat diartikan sebagai tindakan-tindakan lain yang berbeda akibat adanya kondisi-kndisi social dan proses-proses social yang sama. Hal ini berarti kejahatan timbul akibat adanya persamaan kondisi social yang didukung proses social yang sama pula sehingga timbullah tindakan-tindakan yang baru yang menyimpang dari noram atau aturan yang ada dalam wilayah kemasyarakatan dimana pelaku kejahatan itu melakukan kejahatannya.
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kejahatan dapat menimbulkan reaksi dari orang-orang disekitar pelaku kejahatan. Reaksi tersebut dapat berupa reaksi formal dan reaksi informal. Reaksi formal maksudnya reaksi masyarakat sekitar yang membawa pelaku criminal kepada pihak berwenang, seperti kepolisian. Sedangkan reaksi informal dicontohkan seperti, semisal ada seorang warga yang mengambil pisang dari pohon tetangganya. Kemudian para tetangga yang yang lain yangmerasa kesal akhirnya menangkapnya dan langsung menghakimi warga pencuri tersebut.
Menurut Soerjono Soekanto, kejahatan juga dapat timbul akibat adanya perubahan kondisi ekonomi yang sangat pesat dan biasanya lebih menekankan pada material financial ( keuangan ). Sebagai contoh adalah para pejabat yang melakukan tindak korupsi untuk menimbun kekayaan walaupun itu melanggar hukum. Contoh lain adalah para polantas yang seenaknya mengambil pungutan liar kepada para pengguna jalan. Ini membuktikan teori yang diungkapkan oleh Soerjono, bahwa kejahatan juga timbul akibat desakan financial kehidupan ekonomi seseorang sehingga orang tersebut menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, termasuk kedua contoh yang tadi telah disebutkan di atas.
Menurut Prof. Dr. Wirjono Projodikoro, S.H., Kejahatan adalah pelanggaran dari norma- norma sebagai unsur pokok kesatuan dari hukum pidana. Misal, dalam sebuah masyarakat, terdapat aturan bahwa warganya, khususnya kaum wanita dilarang untuk keluar rumah diatas pukul 10 malam, namun ada seorang wanita yang keluar rumah diatas pukul 10 malam dengan tujuan yang tidak jelas. Menurut Richard Quinney, definisi tentang tindak kejahatan (perilaku yang melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik, atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga–warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. Misal, dalam lingkup RT, ketua RT tersebut bersama pengurus RT ( seperti sekertariat RT, Bendahara RT, dan tokoh masyarakat yang tinggal dalam ruang lingkup RT tersebut ) yang lain mengadakan musyawarah untuk membuat autran, tetapi peraturan tersebut dilanggar oleh anggota RT ( yang tidak termasuk pengurus RT ) tersebut secara sengaja.
B.   SEBAB TERJADINYA KEJAHATAN
Kejahatan dapat terjadi akibat beberapa hal di bawah ini, antara lain :
  1. Pertentangan dan persaingan kebudayaan
  2. Perbedaan ideologi politik
  3. Kepadatan dan komposisi penduduk
  4. Perbedaan distribusi kebudayaan
  5. Perbedaan kekayaan dan pendapatan
  6. Mentalitas yang labil
  7. Kurangnya keimanan kepada Tuhan
Contoh kejahatan yang timbul akibat kurangnya keimanan kepada Tuhan seperti seseorang yang diselingkuhi oleh pacarnya, karena sakit hati orang tersebut pun langsung membunuh pacarnya tersebut, padahal di dalam ajaran agama manapun pasti dilarang membunuh sesamanya.
C.   AKIBAT DARI KEJAHATAN
Kejahatan dapat menimbulkan banyak akibat, seperti merugikan orang yang berada di sekitarnya, merugikan Negara ( seperti tindak korupsi ), mengganggu stabilitas keamanan masyarakat, menimbulkan tekanan kejiwaan atau tekanan mental, dan yang lainnya.
D.  SOLUSI
Untuk menangani masalah kejahatan, dapat dilakukan beberapa hal seperti di bawah ini :
  1. Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat.
  2. Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak.
  3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai busaya bangsa sendiri.
  4. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural , seperti sekolah , pengajian dan organisasi masyarakat.
  5. Lebih mendekatkan diri pada Tuhan .

contoh narrative text


Three Fish

Once three fish lived in a pond. One evening, some fishermen passed by the pond and saw the fish. ‘This pond is full of fish’, they told each other excitedly. ‘we have never fished here before. We must come back tomorrow morning with our nets and catch these fish!’ So saying, the fishermen left.

When the eldest of the three fish heard this, he was troubled. He called the other fish together and said, ‘Did you hear what the fishermen said? W must leave this pond at once. The fishermen will return tomorrow and kill us all!’ The second of the three fish agreed. ‘You are right’, he said. ‘We must leave the pond.’

But the youngest fish laughed. ‘You are worrying without reason’, he said. ‘We have lived in this pond all our lives, and no fisherman has ever come here. Why should these men return? I am not going anywhere – my luck will keep me safe’.

The eldest of the fish left the pond that very evening with his entire family. The second fish saw the fishermen coming in the distance early next morning and left the pond at once with all his family. The third fish refused to leave even then.

The fishermen arrived and caught all the fish left in the pond. The third fish’s luck did not help him – he was caught and killed.

HARI PENDIDIKAN NASIONAL



A.   Tentang Hari Pendidikan Nasional

Indonesia adalah negara yang memiliki ragam cara untuk menghargai jasa pahlawannya. Tanggal 2 Mei 2010 adalah Hari Pendidikan Nasional. Hari Pendidikan Nasional diperingati pada tanggal 2 Mei karena menurut sejarah bahwa seorang tokoh bernama Ki Hajar Dewantoro lahir pada tanggal dan bulan tersebut. Karena perjuangan beliau pada masa itu yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui bidang pendidikan, sehingga perjuangan beliau itulah bangsa indonesia menetapkan pada tanggal dan bulan tersebut sebagai Hari Pendidikan Nasional atau bisa juga disebut Hari Kebangkitan Bangsa.

Banyak karya beliau yang saat ini menjadi landasan rakyat Indonesia dalam mengembangkan pendidikan, khususnya kalimat-kalimat filosofis seperti ING NGARSO SUNGTOLODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan).

Semua tahu bahwa tanggal 2 Mei adalah hari pendidikan nasional, tapi apakah pendidikan di Indonesia sudah menanamkan jiwa nasionalisme pada anak bangsa? Atau mendidik hanya sebatas memenuhi perabot rumah tangga? Selama ini pendidikan selalu dikaitkan dengan biaya atau uang, bayar banyak maka pendidikan berkualitas, biaya pendidikan murah kadang dipertanyakan kualitasnya. Walau dalam hal ini jarang orang menanyakan tentang kaitan hari pendidikan nasional dengan kualitas pendidikan di Indonesia, mungkin yang akan dikaji adalah sejarah dan perjuangan  Ki Hajar Dewantoro.

Pendidikan merupakan tolak ukur kemampuan seseorang, sehingga lumrah jika ada teori tentang pendidikan adalah proses memanusiakan manusia bahkan ada juga yang mengatakan bahwa pendidikan adalah transformasi ilmu antara pendidik dan peserta didik. Begitu pentingnya pendidikan dalam kehidupan kita, sehingga pendidikan menjadi salah satu simbol komunikasi (transformasi) dan Kemanusiaan (memanusiakan manusia). Hari Pendidikan Nasional semestinya diperingati tidak hanya sebagai upaya mengenang seorang Ki Hajar Dewantoro semata, tapi lebih luas lagi kepada seluruh elemen yang mendukung kemajuan suatu bangsa.

Jika Hari Pendidikan Nasional memiliki makna pentingnya pendidikan sebagai sarana mengembangkan kualitas SDM negara ini, maka perlu kiranya yang diperhatikan pada dunia pendidikan tidak hanya pendidik saja, tapi yang lainnya juga seperti peserta didik, lembaga pendidikan, sarana prasarana dan kurikulum yang merata serta beberapa pelayanan yang sama. Beberapa bulan yang lalu gaji guru dinaikkan, biaya pendidikan juga ikut naik, kurikulum tiap tempat berbeda walau pada hakikatnya mengacu pada KTSP (tapi kualitas SDM masih beragam), sarana prasarana lembaga pendidikan masih banyak bermasalah (banyak gedung sekolah rusak, padahal sudah ada BOS) dan pelayanan kepada peserta didik pada lembaga pendidikan masih banyak yang diskriminatif.

Semoga dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional kita bisa memaknainya sebagai usaha manusia untuk memberikan pendidikan terbaik kepada manusia yang membutuhkan dan menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan sehingga tidak hanya menjadi syarat dalam kehidupan seorang anak.
B.   Makna Hari Pendidikan Nasional
Tanggal 2 Mei 2009 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN.
Namun begitu, dalam benak kita pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?
Pada dasa warsa tahun 70 atau 80 -an para orang tua kita dalam sekolah mereka cerdas-cerdas. Padahal secara umum sarana prasarana masih sangat kekurangan. Kemudian di banding sekarang ini antara tahun 90 - 2000-an, rata-rata siswa mengeluh terhadap sulitnya pendidikan kita. Apa yang menjadi masalah dalam masalah ini ?
Tujuan pemerintah menaikkan rata-rata hasil UN 5,5 bisa sangat difahami untuk menaikkan rating mutu pendidikan nasional. Namun banyak fihak yang menganggap bahwa hal tersebut sangat memberatkan siswa. Kembali lagi, sebuah proses belajar yang salah, gagal memotivasi siswa atau kemauan siswa yang tidak semangat dalam belajar ?
Bila dikaji lebih jauh, kondisi tahun 70-80 an merupakan masa-masa pergerakan menuju perbaikan kondisi Indonesia. Semangat mereka sangat tinggi untuk mencapai rasa sukses dalam pendidikan. Lebih jauh jagi kalau menegok tahun sebelum tahun 70-an. Mereka sangat luar biasa dalam belajar. Berhitung tanpa alatb bantu mereka mampu. Beranjak ke tahun 70 - 2000 -an, siswa tanpa alat bantu sangat sulit untuk berhitung.
Perkembangan teknologi sangat berpengaruh bagi siswa-siswi di masa sekarang ini. Yang mengembangkan teknologi sekarang ini juga merupakan produk pendidikan tahun 60-80an. Berarti, bisa dikatakan bahwa siswa masa itu lebih brilian semangatnya dibanding masa sekarang ini.
Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua fihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari formula yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masing-masing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.

C.   Tokoh Hari Pendidikan Nasional
Siapa yang gak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Ki Hadjar yang bernama asli R.M. Suwardi Suryaningrat merupakan tokoh pendidikan nasional. Aktivitasnya dimulai sebagai jurnalis pada beberapa surat kabar dan bersama EFE Douwes Dekker, mengelola De Expres.
Ki Hadjar pun aktif menjadi pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam. Selanjutnya bersama Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker — dijuluki ”Tiga Serangkai” — ia mendirikan Indische Partij, sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka. Pada zaman Jepang, peran Ki Hadjar tetap menonjol. Bersama Soekarno, Hatta, dan Mas Mansur, mereka dijuluki “Empat Serangkai”, memimpin organisasi Putera. Ketika merdeka, Ki Hadjar menjadi Menteri Pengajaran Pertama.
Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya.
Ing Ngarso Sun Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang aratinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. Sebagai seorang pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau bawahannya. Banyak pimpinan saat ini  yang sikap dan perilakunya kurang mencerminkan sebagai figur seorang pemimpin, sehingga tidak dapat digunakan sebagai panutan bagi anak buahnya. Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Membangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan, karena paling tidak hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja.
Untuk mengenang jasa beliau, maka PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Semoga kita sebagai generasi muda bisa melanjutkan cita-cita beliau, dan dapat mengamalkan ajaran yang telah diberikan.